Tim editorial diberi akses penuh selama 12 jam ke studio rekaman utama band. Dari mikrofon vocal yang sengaja dirakit ulang, sampai patch board yang masih analog — semuanya bercerita tentang dedikasi pada karakter sonik yang khas.
Hari itu, band sedang menggarap satu track yang belum berjudul. Lukman mengeksplorasi dua pedal baru, sementara David memainkan piano elektrik yang baru saja datang dari Jepang. Ariel datang siang, mendengarkan tiga kali, lalu meminta semua orang keluar selama dua puluh menit untuk menulis ulang melodinya sendirian.
Hasilnya: satu chord progression yang sederhana, tapi dengan ruang nafas yang lebih lebar. Dan sebuah refrain yang, menurut David, "terdengar seperti rumah."
Track ini direncanakan untuk dirilis sebagai single comeback ketika hiatus resmi berakhir. Tidak ada tanggal yang dijanjikan — namun fragmen kecilnya bisa kamu dengar di episode podcast Sahabat NOAH yang akan tayang bulan depan.